Sep 15

Cermati Biaya-Biaya Dalam Proses Jual Beli Rumah

Cermati Biaya-Biaya Dalam Proses Jual Beli Rumah

Membeli rumah baru adalah hal yang diinginkan oleh hampir semua orang di dunia ini terutama bagi orang yang masih tinggal di kontrakan alias bukan rumah sendiri. Membeli rumah pun butuh modal yang bisa dikatakan tidak sedikit. Selain membeli rumahnya kita juga harus memikirkan biaya-biaya lainnya yang terkait. Dengan itu kita harus pandai mencermati apa saja biaya-biaya dalam proses jual beli rumah untuk investasi Anda.

Selain membeli rumah dan properti, masih ada banyak hal yang patut kita fikirkan. Biaya-biaya tersebut ada yang langsung dibayarkan ke negara atau pemerintah daerah dan ada juga biaya yang harus dibayarkan ke pejabat yang bersangkutan dengan transaksi jual beli rumah tersebut. Sebagai calon pembeli rumah kita hendaknya tahu lebih cermat apa saja biaya-biaya yang ada didalamnya. Inilah biaya-biaya dalam proses jual beli rumah :

  1. Akta Jual Beli

Pembuatan akta jual beli ini juga berbayar loh, besarnya biaya akta jual beli pada PPAT juga berbeda-beda pada tiap daerah. Namun yang perlu diketahui bahwa biaya tersebut tidak boleh lebih dari 1% dari harga transaksi yang ada dalam akta jual beli. Banyak diantara PPAT yang menarik biayanya lebih dari 1%, namun kita tidak perlu khawatir, karena biaya ini dapat kita negosiasi. Biaya akta ini biasanya akan ditanggung oleh kedua belah pihak yang tentunya sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak.

  1. Biaya Pengecekan Sertifikat

Biasanya pengecekan sertifikat ini akan dilakukan sebelum transaksi jual beli rumah tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada catatan sita, catatan blokir dan catatan-catatan lainnya. Biaya untuk pengcekan ini juga tergantung dari kebijakan masing-masing kantor pertanahan yang ada di tempat anda. Berbeda dengan biaya akta jual beli, biaya pengecekan sertifikat ini akan ditanggung sendiri oleh si pembeli rumah, tentunya dengan kesepakatan dari kedua belah pihak, pembeli dan penjual rumah.

  1. BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Pada pembayaran BPHTB yang menjadi subyeknya adalah pihak yang memperoleh hak tanah dan bangunan itu sendiri yakni pembeli. Adapun proses pembayaran untuk pewarisan yang juga ada dalam BPHTB akan dibayarkan oleh penerima waris. Pembayaran BPHTB ini harus segera dilunasi sebelum pembuatan akta jual beli. Biaya yang harus dikeluarkan untuk BPHTB ini adalah sebesar 5% dari nilai jual objek pajak atau NJOP.

  1. Biaya PPh

Seperti halnya BPHTB, biaya PPh ini juga harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Biasanya biaya ini ditanggungkan pada si penjual, namun sekali lagi  itu semua tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak, si penjual dan pembeli. Besarnya biaya PPh yang harus dibayarkan adalah sebesar 5% dari besarnya transaksi.

  1. Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Besarnya biaya PNBP ini adalah satu per seribu permill dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

  1. Biaya KPR

Biaya ini hanya diperuntukkan bagi anda yang membeli rumah dengan cara KPR. Dan biaya KPR ini akan sepenuhnya ditanggung oleh pembeli. Biayanya sekitar 4-5% dari total pinjaman. Biaya tambahan dari KPR ini seperti biaya provinsi, administrasi, dan lainnya.

  1. Biaya Balik Nama Sertifikat

Point ini juga tidak kalah penting. Biaya balik nama sertifikat ini dilakukan di Kantor pertanahan setempat. Biaya balik nama ini biasanya ditanggung oleh pembeli dan diajukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Nah berikut di atas adalah jenis dari biaya-biaya dalam proses jual beli rumah yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Sep 08

Manfaat Membeli Rumah Melalui KPR

Manfaat Membeli Rumah Melalui KPR

Rumah merupakan tempat dimana kita berlindung dari teriknya panas dan dinginnya hujan. Semua orang yang hidup didunia ini pasti punya rumah untuk bernaung dan berkumpul bersama keluarganya. Namun tidak bisa dipungkiri masih banyak sekali tuna wisma yang berada disekitar kita. Mereka mungkin bernaung dan pulang di tempat-tempat yang tidak layak seperti kolong jembatan dan tempat-tempat lainnya. Hal itu tidak lain dan tidak bukan banyak dikarenakan biaya pembelian rumah yang amat  mahal, sehingga banyak orang yang tidak mampu membelinya dan mengharuskan mereka menjadi seorang tuna wisma. Nah saat ini kita tidak perlu khawatir akan hal itu karena sudah ada KPR. Kita akan tahu manfaat membeli rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah yang akan membantu kita untuk proses memiliki rumah.

KPR singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah merupakan kredit yang digunakan untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan/agunan berupa rumah. Adapun definisi lainnya menurut Bank Tabungan Negara yang dimaksud dengan KPR adalah kredit yang diberikan bank kepada debitur untuk membeli atau membayar  bangunan rumah beserta tanahnya untuk dimiliki atau dihuni. Sebelum kita memutuskan untuk mengatur proses pembelian rumah dengan KPR ini, akan lebih baik jika terlebih dahulu kita mengetahui apa saja manfaat membeli rumah melalui KPR.

Pada umumnya banyak orang yang menjadikan KPR sebagai opsi atau pilihan yang tepat untuk proses pembelian rumah. Karena dengan menggunakan KPR kita tidak dituntut untuk menyiapkan modal awal yang besar. Hal ini tentu saja akan lebih memudahkan masyarakat utamanya bagi yang berpenghasilan menengah ke bawah. Keuntungan dan manfaat membeli rumah melalui KPR ada banyak sekali diantaranya :

  1. Legalitas Rumah Terjamin Dan Terpercaya

Untuk hal yang satu ini memang menjadi hal pokok yang teramat sangat penting. Tanpa adanya legalitas maka rumah anda tidak bisa dikatakan asli dan aman. Nah dengan membeli rumah melalui KPR maka akan disurvey oleh bank dan sertifikatnya akan dicek kelegalannya. Legalitas inilah yang menjadi salah satu syarat diterimanya KPR kita.

  1. Tidak Perlu Dana Besar Untuk Rumah Baru

Point ini akan sangat membantu kita khususnya bagi anda yang uang penghasilannya belum cukup dijadikan biaya membeli rumah secara cash. Dengan membeli rumah melalui KPR maka kita hanya perlu membayar awal sebesar 20% – 30% saja, sisa pendanaannya ditanggung oleh bank dengan itu kita sudah bisa memiliki rumah baru.

  1. Asuransi Untuk Rumah

Asuransi Untuk Rumah

Saat kita membeli rumah melalui KPR maka secara otomatis rumahakan diberi asuransi oleh bank. Dengan itu kita tidak perlu khawatir jika suatu saat misalnya rumah kita terbakar maka secara otomatis rumah kita akan dicover asuransinya oleh bank.

  1. Sarana Berinvestasi Jangka Panjang

Harga rumah dari tahun ke tahun akan semakin bertambah mahal. Kenaikan itu terkadang tidak relevan dengan pendapatan kita saat ini. Oleh karenanya dengan mengajukan pembelian rumah melalui KPR lebih cepat lebih baik jika kita sudah memiliki uang muka dan sanggup mengangsur kreditnya.

  1. Adanya Developer Properti Yang Terpercaya

Jika rumah kita KPR maka tidak perlu diragukan lagi sudah pasti developer property kita sangat terpercaya. Karena bank sendiri hanya akan bekerjasama dengan developer  yang sudah terjamin integritasnya.

Nah banyak sekali bukan manfaat yang bisa kita dapat dari pembelian rumah melalui KPR ini. Maka jika anda pemilik modal kecil namun berkeinginan untuk membeli rumah baru yang bagus, anda bisa segera mengajukan ajuan KPR ini.