Oct 15

5 Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

5 Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

Saat ini memang untuk harga properti sangatlah mahal dan memberikan kecemasan tersendiri bagi masyarakat modern. Ini juga dipastikan memberikan tekanan bagi kalangan kepala keluarga yang sudah menjadi kepala rumah tangga. Mereka pasti memiliki rencana dengan menerapkan Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun. Untuk mendapatkan apa yang selama ini diharapkan terutama masa rumah untuk kebutuhan utama dalam menjalani hidup, maka perlu menerapkan strategi yang paling ampuh mengenai bagaimana rumah itu bisa menjadi milik kita sebelum usia 30 tahun. Dengan begitu, tidak ada yang harus diragukan atas langkah yang dilakukannya.

Adapun Strategi Memiliki Rumah itu ada 5 poin yang bisa diterapkan oleh masyarakat untuk memperoleh rumah idaman yang diinginkan, antara lain adalah:

  1. Menyisihkan 30 persen penghasilan

Untuk menyiapkan masa depan itu wajib dilaksanakan semenjak sudah mendapatkan suatu pekerjsaan. Sebab di sini kita pasti akan mendapatkan penghasilan dengan kerja keras sendiri. Namun dengan disiplin menyisihkan uang untuk ditabun demi masa depan pasti tidak sulit. Selain itu, angka yang sudah menjadi perjanjian untuk ditabungkan tidak boleh dikurangi. Perlu untuk berkompromi terhadap diciri sendiri agar nanti ketika menuju masa depan tidak ada penyesalan.

  1. Investasi dari dini

Tidak perlu waktu yang alam dalam memulai investasi. Salah satu cara untuk mengelola keuangan yang semacam ini bisa dijalankan hanya bermodalkan mulai dari 100 ribu setiap buaknnya. Selain itu, bisa juga melakukan deposit dengan jangka waktu yang panjang. Ini bisa dijadikan bahan investasi yang menjanjikan. Dengan jangka pencairan yang sesuai dengan rencana, maka mudah untuk membeli rumah dan investasi ini pasti membuahkan hasil.

  1. Mengumpulkan informasi tentang sistem pembayaran

Untuk pembelian rumah saat ini bisa dilakukan melalui sistem cash dan kredit. Jika sudah memiliki rencana untuk membeli rumah sebelum umur 30 tahun, maka kredt bisa dijadikan pilihan. Karena modal yang dibutuhkan tidak banyak seperti membayar secara cash. Dengan mengumpulkan beragam jenis sistem pembayaran mengenai pembelian rumah dan yang lainnya. Maka dipastikan memperoleh gambaran dana yang dikumpulkan sebagai bentuk modal membeli rumah.

  1. Survei tempat

Survei tempat

Tidak salah ketika ingin membeli rumah untuk melakukan survei tempat sebab pemilihan tempat yang pas bisa menentukan kesanggupan dalam proses pembelian ruamh. Seperti daerah yang ada di pinggiran kora bisa dijadikan pilihan yang cukup menarik sebelum harga melambung tinggi. Selain itu, perlu untuk memperhatikan sistem pengembangan lokasi. Salah satunya pembangunan bangunan lain di tempat tersebut.

  1. Kerja sambilan

Apabila penghasilan yang dimiliki sekarang ini kurang untuk pengumpulan modal, maka bisa mencari pekerjaan lain sebagai sampingan. Bisa memilih pekerjaan menyalurkan hobi atau pekerjaan lainnya, yang terpenting bisa menambah modal. Hal ini bisa dilaksanakan dengan baik selama nanti tidak menghambat tanggung jawab utama yang ada saat ini.

Selain itu, masyarakat juga bisa memilih jenis pekerjaan yang jauh lebih memberikan hasil yang menjanjikan dengan benefit yang sangat menarik. Diharapkan nanti ketika sudah memegang kerja sampingan untuk berkontrasi antara pekerjaan utama dan sampingan. Sehingga proses ingin membeli ruamh pasti terkabulkan dengan terkumpulnya modal dengan cepat. Itulah 5 Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun yang perlu untuk diperhatikan bagi semua masyarakat yang ingin memiliki bangunan rumah yang menjanjikan. Sehingga tidak ada kesulitan mendapatkan apa yang selama ini diharapkan.

Oct 08

Strategi Ajukan KPR Agar Disetujui

Strategi Ajukan KPR Agar Disetujui

Bagi anda siapapun yang ingin membeli rumah dan hanya punya modal sedikit, maka  opsi untuk memilih KPR adalah pilihan yang tepat. Namun pengajuan untuk membeli rumah dengan KPR tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini tentunya dipengaruhi dengan sulit dan ketatnya aturan yang ditetapkan untuk pengajuan KPR tersebut. Hal ini sangat wajar terjadi mengingat pada dasarnya pembelian rumah dengan KPR pun akan melibatkan dana yang besar nantinya, jadi pihak bank tentu saja sangat berhati-hati dan jeli dalam memilah dan  memilih nasabah yang patut diberikan kredit pembelian rumah ini. Namun dibalik kesulitan pengajuan KPR ini, ada tips dan strategi ajuan KPR agar disetujui.

Mungkin anda yang sering mengalami penolakan harus mulai menyiapkan cara-cara yang lebih efektif lagi agar tidak menerima penolakan terus-menerus. Untuk siapapun yang sering mengalami penolakan pengajuan KPR pasti merasa ingin berputus asa, namun anda tidak perlu merasa pesimis. Ada beberapa tips dan strategi dalam pengajuan KPR agar disetujui. Berikut ini strategi yang bisa anda terapkan:

  1. Dapatkan dan Pahami Informasi

Informasi yang harus dipahami seperti pesyaratan yang harus dipenuhi, layanan apa saja yang ada pada KPR, dan lain sebagainya. Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai KPR ini pada website-website tertentu.

  1. Ketahui Cara Berpikir Bank

Untuk menghindari kerugian, bank harus selalu beropersai dengan tidak hanya melayani jasa simpanan tabungan dari para nasabah. Namun mereka juga harus mengalirkan uang nasabah untuk digunakan kembali dengan hasil yang lebih tinggi. Hal itu akan membuat bank lebih untung. Jadi jangan ragu untuk melakukan pinjaman ke bank karena sesungguhnya pihak bank juga membutuhkan anda untuk melakukan pinjaman seperti halnya KPR.

  1. Mengajukan ke Bank Dengan Penampilan Meyakinkan

Mengajukan ke Bank Dengan Penampilan Meyakinkan

Mungkin sebagian orang akan menyepelekan point yang satu ini. Padahal sesungguhnya point ini juga akan sangat berpengaruh pada diterimanya ajuan KPR kita. Maka datanglah dengan tampilan serapi dan semenarik mungkin disertai dengan kepercayaan diri yang tinggi saat berhadapan dengan pihak bank. Tunjukkan, dengan pemahaman anda tentang KPR,  bahwa ajuan anda layak untuk disetujui.

  1. Memahami Dengan Benar Kemampuan Bayar Anda.

Sebelum anda memutuskan untuk membeli rumah KPR maka akan lebih baik anda memastikan terlebih dahulu bahwa anda sudah punya cukup biaya untuk membayar 20-30% dari harga jual. Baik itu untuk rumah baru maupun bekas. Selanjutnya anda harus menghitung dan mengira-ngira besarnya plafond yang akan dikeluarkan bank untuk KPR anda. Dengan itu anda tahu dan dapat memperkirakan besar kredit yang bisa anda bayarkan. Hal yang perlu anda perhatikan adalah jangan mengajukan pinjaman pada bank diatas kemampuan membayar anda. Jika anda masih mengajukan diatas kemampuan anda maka akan dipastikan ajuan anda tidak akan diterima.

  1. Negoisasi Dengan Bank

Jika bank telah menyetujui permohonan KPR anda maka anda bisa bernegosiasi dengan bank yang menerima pengajuan KPR anda. Walaupun pada umumnya bank telah menentukan bunga KPR namun anda masih bisa melakukan nego mengenai bunga tersebut begitu juga dengan plafond dan jangka waktu KPR anda.

Strategi di atas adalah sebagian strategi yang umumnya disarankan untuk dilakukan oleh anda yang sering kali mengalami penolakan terhadap pengajuan KPR. Anda bisa mencoba strategi tersebut saat anda mengajukan KPR lagi. Demikian strategi ajukan KPR agar disetujui oleh pihak bersangkutan. Semoga bermanfaat.

Sep 22

Perbedaan Membeli KPR Rumah Baru dan Rumah Bekas

Perbedaan Membeli KPR Rumah Baru dan Rumah Bekas

Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda jika disuruh memilih antara membeli rumah baru atau rumah bekas. Bagi orang yang berprinsip “yang penting punya rumah sendiri untuk ditinggali” maka membeli rumah bekas pun tidak akan menjadi masalah besar. Beda  halnya dengan orang yang terbiasa hidup dengan gaya hedon, maka dibandingkan membeli rumah bekas dia akan lebih melilih membeli rumah baru. Untuk setiap pembelian rumah baru ataupun bekas pasti ada aturannya  dan pasti aturannya berbeda. Begitupun jika anda merupakan pembeli rumah KPR, ada perbedaan membeli KPR rumah baru dan rumah bekas.

Bagi anda yang mengambil rumah KPR sebagai pilihan membeli rumah, ada kalanya anda akan dibingungkan dengan pilihan antara membeli rumah baru atau rumah bekas. Sebagai calon pembeli kita harus memahami terlebih dahulu perbedaan dalam membeli rumah baru dan rumah bekas. Ada perbedaan-perbedaan seperti halnya tata cara pengambilan KPR nya hingga total biaya yang harus dibayarkan. Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan yang ada pada pembelian rumah baru dan rumah bekas dengan KPR :

  1. Proses Dalam Mengurus KPR

Untuk mengurus KPR rumah baru anda harus menyiapkan data-data pribadi terlebih dahulu seperti KTP, slip gaji, dan surat kerja. Setelah semua data pribadi terurus maka pihak developer akan memberikan salinan sertifikat tanah, surat izin mendirikan bangunan, dan surat transaksi pembeli dan developer rumah. Baru setelah itu kita bisa ke bank untuk mengurus KPR. Sedangkan untuk rumah bekas kita diharuskan untuk meminta terlebih dulu surat-surat rumah pada pemilik rumah lama. Selanjutnya bisa langsung ke bank bila perlu bersama dengan pihak penjual agar pihak bank semakin yakin.

  1. Proses dan Prosedur Yang Dilakukan Pihak Bank

Bagi rumah baru terlebih dulu bank akan melakukan pengecekan terhadap berkas atau dokumen persyaratan. Jika pihak developer yang bersangkutan telah bekerjasama dengan bank tersebut maka anda dinyatakan  lolos BI Checking dan bisa langsung ke proses selanjutnya. Namun jika belum bekejasama maka setelah lolos BI Checking pihak bank akan melakukan appraisal atau perkiraan harga rumah yang akan dibeli. Dengan adanya appraisal tentu saja ada biayanya kecuali jika anda memilih KPR Bank Syariah maka tidak ada biaya tambahan. Sedangkan untuk rumah bekas hampir sama dengan aturan rumah baru, pada proses appraisal biaya akan ditanggung sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, penjual dan pembeli. Langkah mudahnya ajukan saja KPR ke Bank Syariah.

  1. Proses Setelah Appraisal

Proses Setelah Appraisal

Untuk rumah baru setelah appraisal selasai, pihak bank akan memberi putusan KPR. Anda bisa mngecek Surat Persetujuan Kredit (SPK) yang berisi syarat dan ketentuan KPR. Jika setuju anda bisa langsung tanda tangan. Setelah itu anda juga akan diminta untuk tanda tangan akad kredit.  Hal ini harus dilakukan dihadapan seorang notaris, perwakilan bank, dan pihak developer. Untuk rumah bekas anda juga akan mendapat SPK dan harus menandatangani akad kredit di hadapan notaris namun tidak harus ada developer. Hanya pihak pembeli, penjual, dan pihak bank.

  1. Proses Biaya Uang Muka

Untuk rumah baru biaya uang  muka ini bisa dibayar setelah tanda tangan akad kredit. Adapun jika kita membeli rumah dengan harga 1 M ada layanan dimana pihak developer memberi fasilitas cicilan uang muka yang akan dibayarkan dulu ke bank dan selanjutnya kita menggantinya pada pihak bank. Sedangkan untuk rumah bekas kita bisa langsung membayar uang muka pada pihak bank, namun kebanyakan ada penjual yang meminta uang cash nya langsung tanpa harus bersangkutan dengan pihak bank.

  1. Proses Biaya-Biaya Tambahan

Biaya tambahan untuk rumah  baru sangat tergantung pada developer. Jika sebelumnya developer sudah bekerjasama dengan bank maka biaya tersebut gratis dan pembeli cukup membayar biaya booking. Sedangkan untuk rumah bekas ini tergantung kesepakatan dengan penjual soal pihak yang akan menanggung biaya tambahan tersebut.

Demikianlah uraian perbedaan membeli KPR rumah baru dan rumah bekas agar memudahkan Anda. Semoga bermanfaat bagi anda yang bimbang memilih antara rumah baru ataupun rumah bekas.

Sep 15

Cermati Biaya-Biaya Dalam Proses Jual Beli Rumah

Cermati Biaya-Biaya Dalam Proses Jual Beli Rumah

Membeli rumah baru adalah hal yang diinginkan oleh hampir semua orang di dunia ini terutama bagi orang yang masih tinggal di kontrakan alias bukan rumah sendiri. Membeli rumah pun butuh modal yang bisa dikatakan tidak sedikit. Selain membeli rumahnya kita juga harus memikirkan biaya-biaya lainnya yang terkait. Dengan itu kita harus pandai mencermati apa saja biaya-biaya dalam proses jual beli rumah untuk investasi Anda.

Selain membeli rumah dan properti, masih ada banyak hal yang patut kita fikirkan. Biaya-biaya tersebut ada yang langsung dibayarkan ke negara atau pemerintah daerah dan ada juga biaya yang harus dibayarkan ke pejabat yang bersangkutan dengan transaksi jual beli rumah tersebut. Sebagai calon pembeli rumah kita hendaknya tahu lebih cermat apa saja biaya-biaya yang ada didalamnya. Inilah biaya-biaya dalam proses jual beli rumah :

  1. Akta Jual Beli

Pembuatan akta jual beli ini juga berbayar loh, besarnya biaya akta jual beli pada PPAT juga berbeda-beda pada tiap daerah. Namun yang perlu diketahui bahwa biaya tersebut tidak boleh lebih dari 1% dari harga transaksi yang ada dalam akta jual beli. Banyak diantara PPAT yang menarik biayanya lebih dari 1%, namun kita tidak perlu khawatir, karena biaya ini dapat kita negosiasi. Biaya akta ini biasanya akan ditanggung oleh kedua belah pihak yang tentunya sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak.

  1. Biaya Pengecekan Sertifikat

Biasanya pengecekan sertifikat ini akan dilakukan sebelum transaksi jual beli rumah tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada catatan sita, catatan blokir dan catatan-catatan lainnya. Biaya untuk pengcekan ini juga tergantung dari kebijakan masing-masing kantor pertanahan yang ada di tempat anda. Berbeda dengan biaya akta jual beli, biaya pengecekan sertifikat ini akan ditanggung sendiri oleh si pembeli rumah, tentunya dengan kesepakatan dari kedua belah pihak, pembeli dan penjual rumah.

  1. BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Pada pembayaran BPHTB yang menjadi subyeknya adalah pihak yang memperoleh hak tanah dan bangunan itu sendiri yakni pembeli. Adapun proses pembayaran untuk pewarisan yang juga ada dalam BPHTB akan dibayarkan oleh penerima waris. Pembayaran BPHTB ini harus segera dilunasi sebelum pembuatan akta jual beli. Biaya yang harus dikeluarkan untuk BPHTB ini adalah sebesar 5% dari nilai jual objek pajak atau NJOP.

  1. Biaya PPh

Seperti halnya BPHTB, biaya PPh ini juga harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Biasanya biaya ini ditanggungkan pada si penjual, namun sekali lagi  itu semua tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak, si penjual dan pembeli. Besarnya biaya PPh yang harus dibayarkan adalah sebesar 5% dari besarnya transaksi.

  1. Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Besarnya biaya PNBP ini adalah satu per seribu permill dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

  1. Biaya KPR

Biaya ini hanya diperuntukkan bagi anda yang membeli rumah dengan cara KPR. Dan biaya KPR ini akan sepenuhnya ditanggung oleh pembeli. Biayanya sekitar 4-5% dari total pinjaman. Biaya tambahan dari KPR ini seperti biaya provinsi, administrasi, dan lainnya.

  1. Biaya Balik Nama Sertifikat

Point ini juga tidak kalah penting. Biaya balik nama sertifikat ini dilakukan di Kantor pertanahan setempat. Biaya balik nama ini biasanya ditanggung oleh pembeli dan diajukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Nah berikut di atas adalah jenis dari biaya-biaya dalam proses jual beli rumah yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Sep 08

Manfaat Membeli Rumah Melalui KPR

Manfaat Membeli Rumah Melalui KPR

Rumah merupakan tempat dimana kita berlindung dari teriknya panas dan dinginnya hujan. Semua orang yang hidup didunia ini pasti punya rumah untuk bernaung dan berkumpul bersama keluarganya. Namun tidak bisa dipungkiri masih banyak sekali tuna wisma yang berada disekitar kita. Mereka mungkin bernaung dan pulang di tempat-tempat yang tidak layak seperti kolong jembatan dan tempat-tempat lainnya. Hal itu tidak lain dan tidak bukan banyak dikarenakan biaya pembelian rumah yang amat  mahal, sehingga banyak orang yang tidak mampu membelinya dan mengharuskan mereka menjadi seorang tuna wisma. Nah saat ini kita tidak perlu khawatir akan hal itu karena sudah ada KPR. Kita akan tahu manfaat membeli rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah yang akan membantu kita untuk proses memiliki rumah.

KPR singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah merupakan kredit yang digunakan untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan/agunan berupa rumah. Adapun definisi lainnya menurut Bank Tabungan Negara yang dimaksud dengan KPR adalah kredit yang diberikan bank kepada debitur untuk membeli atau membayar  bangunan rumah beserta tanahnya untuk dimiliki atau dihuni. Sebelum kita memutuskan untuk mengatur proses pembelian rumah dengan KPR ini, akan lebih baik jika terlebih dahulu kita mengetahui apa saja manfaat membeli rumah melalui KPR.

Pada umumnya banyak orang yang menjadikan KPR sebagai opsi atau pilihan yang tepat untuk proses pembelian rumah. Karena dengan menggunakan KPR kita tidak dituntut untuk menyiapkan modal awal yang besar. Hal ini tentu saja akan lebih memudahkan masyarakat utamanya bagi yang berpenghasilan menengah ke bawah. Keuntungan dan manfaat membeli rumah melalui KPR ada banyak sekali diantaranya :

  1. Legalitas Rumah Terjamin Dan Terpercaya

Untuk hal yang satu ini memang menjadi hal pokok yang teramat sangat penting. Tanpa adanya legalitas maka rumah anda tidak bisa dikatakan asli dan aman. Nah dengan membeli rumah melalui KPR maka akan disurvey oleh bank dan sertifikatnya akan dicek kelegalannya. Legalitas inilah yang menjadi salah satu syarat diterimanya KPR kita.

  1. Tidak Perlu Dana Besar Untuk Rumah Baru

Point ini akan sangat membantu kita khususnya bagi anda yang uang penghasilannya belum cukup dijadikan biaya membeli rumah secara cash. Dengan membeli rumah melalui KPR maka kita hanya perlu membayar awal sebesar 20% – 30% saja, sisa pendanaannya ditanggung oleh bank dengan itu kita sudah bisa memiliki rumah baru.

  1. Asuransi Untuk Rumah

Asuransi Untuk Rumah

Saat kita membeli rumah melalui KPR maka secara otomatis rumahakan diberi asuransi oleh bank. Dengan itu kita tidak perlu khawatir jika suatu saat misalnya rumah kita terbakar maka secara otomatis rumah kita akan dicover asuransinya oleh bank.

  1. Sarana Berinvestasi Jangka Panjang

Harga rumah dari tahun ke tahun akan semakin bertambah mahal. Kenaikan itu terkadang tidak relevan dengan pendapatan kita saat ini. Oleh karenanya dengan mengajukan pembelian rumah melalui KPR lebih cepat lebih baik jika kita sudah memiliki uang muka dan sanggup mengangsur kreditnya.

  1. Adanya Developer Properti Yang Terpercaya

Jika rumah kita KPR maka tidak perlu diragukan lagi sudah pasti developer property kita sangat terpercaya. Karena bank sendiri hanya akan bekerjasama dengan developer  yang sudah terjamin integritasnya.

Nah banyak sekali bukan manfaat yang bisa kita dapat dari pembelian rumah melalui KPR ini. Maka jika anda pemilik modal kecil namun berkeinginan untuk membeli rumah baru yang bagus, anda bisa segera mengajukan ajuan KPR ini.